PUISI PUBERTAS

 Menurut Dresden puisi adalah sebuah dunia dalam kata. Isi yang terkandung di dalam puisi merupakan cerminan pengalaman, pengetahuan dan perasaan penyair yang membentuk sebuah dunia bernama puisi.

Berikut adalah salah satu dunia dalam kata tersebut dengan judul PUBERTAS



PUBERTAS

Karya: Abdulah Mazid


Aku memulai hari dengan langkah tak terarah

Berjalan ke manapun tawa menuntunku

Ke lorong-lorong gelap, tempat mimpi-mimpi menangis dalam senyap, 

gedung-gedung tinggi tempat tawa-tawa picik memekik.

Tempat-tempat semacam itu tak pernah kehabisan lelucon untuk ditertawakan

Sampai pada saat, di mana intuisi menamparku dengan kasar 

Ia memaksaku untuk kembali sadar 

Lantas membenamkanku ke dalam kenang yang susah payah ku buang.


Yaa, Aku ingat

Dulu sekali, tentangmu adalah do’a kesukaanku.

Di setiap detak yang kurasakan dalam setiap detik yang kulalui kala itu, 

aku sangat menikmatinya.

Tapi apa mau dikata, kini kau terlampau jauh di sana

Aku yang sekarang tak mungkin mampu meraih mu

Meski demikian, kau tak pernah sedikit pun menjadi asing

Bagiku, kau selalu ada di sini, di dalam diriku

Di suatu sudut di kepalaku.


Cirebon, Desember 2020


https://youtu.be/649aZLNrcQE

Komentar

Sastra Z

Cerpen "REMBULAN DI MATA IBU" Karya: Asma Nadia

Puisi ANJING Karya Ira Rahayu

Cerpen "Tuhan Tidak Makan Ikan" Karya: Gunawan Tri Atmodjo

Cerpen (Patung) Karya: Putu Wijaya

Cerpen Surealis Kambing dan Seonggok Kenang Karya Abdulah Mazid

Cerpen "Laila" Karya: Putu Wijaya